Menyelesaikan Tesis di Pandemi 2020

 

Menyelesaikan Tesis di Pandemi 2020

 

Sebuah ucapan tertulis dari seorang kolega, entah mengapa tiba-tiba menghentak pikiran dan semangat saya. Sebuah tantangan yang saya buat lebih dari dua tahun silam, dan kini teronggok lama lalu berubah menjadi beban.

Di masa-masa sulit seperti ini, saya tiba-tiba terlecut untuk segera mengatasi tantangan yang saya buat sendiri itu. Sebuah perjudian waktu yang harus dimenangkan. Tidak sekedar demi prestis, tapi masa depan karir serta kenikmatan dan kepuasan menuntut ilmu. Prinsip menuntut ilmu harus tulu’ zaman pun juga harus segera dirubah. Oke, saya harus segera menyelesaikan dua tesis saya sekaligus. Dalam waktu yang sama, dengan prosedur yang benar.

Saya coba petakan dulu. Ada beberapa kendala yang mendera. Pertama, semangat dan bagaimana cara memulainya. Kedua, masalah finansial. Ketiga, perencanaan waktu penyelesaian. Dan mungkin akan muncul kendala lain yang harus segera saya atasi seiring berjalannya perjuangan menyelesaikan kuliah yang “tak lazim” ini. Nikmati saja prosesnya.

Kendala pertama, saya harus menjaga semangat saya. Ini problem klasik, tetapi kali ini, saya harus benar-benar mengatasinya. Terjawab dengan sukses. Bagaimana memulainya? Saya akan menghubungi teman-teman saya yang sudah terlebih dahulu selesai tesis. Untuk ilmu hukum misalnya, saya akan menghubungi antara lain: 1) Azizul Hakiki; 2) Fathur Rohman; 3) Ayun Sapta; 4) Alfin

Adapun untuk ilmu ekonomi, saya harus segera menghubungi untuk meminjam tesis dari: 1) Mutmainnah; 2) Rinda; 3) Istiadah; 4) Miftah; 5) Zaki; 6) Syarofi. Saya juga harus banyak meminjam buku-buku dari masing-masing mereka. Fokus di ekonomi syariah, jangan goyang ke ekonomi konvensional. Yang sedikit melegakan, ilmu ekonomi ini lebih mudah daripada di Unej.

Kemudian kendala finansial. Saya harus lebih disiplin membagi uang. Cicilan Rp 500 ribu setiap bulan dari Yanuar, akan saya akumulasikan untuk membayar SPP di IAIN Jember. Anggaplah dalam enam bulan akan terkumpul Rp 3 juta. Kemudian, gaji dari Merdeka.com akan saya gunakan masing-masing Rp 1,2 juta tiap bulan, untuk mencicil biaya kuliah di Unej. Kekurangannya, saya akan ambil dari: 1) BPJS TK; 2) Ngobyek nulis buku; 3) hutang

Terakhir meski bukan akhir. Terkait perencanaan waktu. Saya harus memasang target, mampu menulis masing-masing lima halaman untuk dua tesis tersebut.

 

 

Mengapa saya mencintai ilmu ekonomi dan ilmu hukum ?

 

 

 

 

Maggot

Lele

Tanaman Hias Kaktus

Jual beli Buku

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan Pembuka